Sabtu, 07 April 2012

Canting

Chanting Batik


Mungkin ada yang pernah membaca novel Arswendo Atmowiloto yang berjudul Canting. Bercerita tentang juragan batik dengan intrik tradisionalnya. Namun tulisan ini bukan review novel Canting, melainkan benar-benar hendak menulis tentang CANTING.

Ibarat perang, canting adalah senjata untuk masuk dalam dan memenangkan peperangan. Ibarat orang mau jualan, canting adalah laptop tempat menyimpan dan menampilkan seluruh file presentasinya. Canting adalah alat utama pembatik untuk menyelesaikan karya terbaiknya. Dengan canting pula, sambil menunggu masa panen, ibu-ibu di daerah Bayat mencari uang untuk keluarganya.

Canting dibuat dari lempengan tembaga tipis yang dibentuk menyerupai mangkok berdiameter kurang lebih 2 cm. Di bagian bawah pinggir, terdapat pipa bengkok dengan berbagai ukuran. Mangkok itulah tempat menampung malam cair dan pipa tersebut tempat mengalirnya malam ke mori (kain putih) yang akan dibatik. Malam sendiri adalah sejenis lilin yang digunakan untuk membuat pola batik dan menutup mori dari warna yang tidak dikehendaki pada proses pewarnaan batik.

Bentuk dan diameter lubang pipa yang beragam menentukan jenis dan fungsi tiap canting. Diameter ini tidak diukur dengan standar pengukuran internasional, namun dari diameter ini pembatik membedakan kegunaan tiap canting. Umumnya, tiap pembatik mempunyai 4-5 jenis canting yang akan sering dipergunakan.

1. Canting Carat

Berbeda dengan canting lainnya yang hanya mempunyai satu pipa, canting carat mempunya i dua pipa dengan diameter sama, yang keluar dari mangkok tembaga. Biasanya, canting carat mempunyai diameter pipa sama dengan canting klowongan. Canting ini dipergunakan untuk membuat garis yang sejajar dan rapi. Sebuah mori yang akan dibatik menjadi kain panjang atau sarung, akan di-carat-i dulu di keempat sisinya. Selain itu, untuk pembuatan motif Parang (dan keluarganya), carat ini akan sangat berguna.


2. Canting Klowongan


Canting klowongan mempunyai diameter lubang pipa yang cukup besar. Canting ini berfungsi untuk membatik pola utama dari sebuah motif batik. Misalnya motif bunga, maka canting ini hanya akan dipakai untuk membuat bentuk luar motif bunga. Sebutan untuk itu ialah "nglowongi".

3. Canting Isen

Diameter pipa canting isen lebih kecil dari canting klowongan. Dipakai untuk membuat isen-isen (motif isi) sebuah motif batik. Selain itu juga digunakan untuk membuat pelataran motif (motif latar/background). Misalnya motif bunga diatas, maka isen-isen ini bisa berupa galaran atau sawutan ditengah kelopak bunga. Jenis motif isen ini sangat banyak. Ada jenis motif yang tradisional, namun ada yang kreasi baru mengikuti kreatifitas pembatiknya. Untuk menyebut jenis isen-isen tradisional: sawut, galar, ukel, kembang bayem, kembang jambu, dlsb.Istilah untuk penggunaan canting isen ini adalah "ngiseni" yang artinya "memberi isi".

4. Canting Cecek

Canting cecek adalah jenis canting yang paling kecil diameter pipanya. Canting ini berfungsi membuat motif titik-titik yang kecil dan lembut. Semakin kecil dan rapi cecekan-nya, maka batik tersebut semakin halus pula. Istilah untuk menyebut proses ini ialah "nyeceki".

5. Canting Tembokan

Canting tembokan adalah canting dengan diameter pipa terbesar sehingga malam dengan cepat keluar dalam kapasitas yang cukup banyak. Bila tidak terbiasa dengan canting ini, malam panas bisa dleweran kemana-mana menimpa batikan yang sudah bagus, bahkan mengenai tangan.

Sesuai namanya, canting ini memang berfungsi membuat "tembok" atau menutup bagian mori putih yang relatif luas agar tidak terkena warna pada proses pencelupan. Istilah untuk menyebut proses ini adalah "nemboki".

Kelima canting diatas lah yang sering dipakai pembatik untuk membatik motif halus. Canting bisa diperoleh dengan mudah di toko malam. Di Solo ada beberapa toko yang menyediakan canting. Kadang dijual masih dalam bentuk mangkok pipa, tanpa garan (pegangan), namun ada yang menjual memakai garan. Garan ini terbuat dari semacam rotan namun ringan dan lunak, panjangnya sekitar 10 cm. Jika tidak memakai garan, maka pembatik harus merangkai sendiri garannya. Cara memasangkan garan ialah, perhalus garan dengan menggunakan pisau. Bentuk ujungnya supaya pas dengan ukuran mangkok canting. Lalu tusukkan bagian tembaga yang runcing sejajar dengan garan, dan ikat pipa lengkungnya pada ujung garan yang runcing dengan menggunakan benang jahit.

Sumber : http://haleygiri.multiply.com/

Jumat, 06 April 2012

Acosys : Accounting Software


Saatnya pebisnis bebas!... Bebas dari tahanan toko yang selalu membelenggunya, bebas memilih fitur, membuat program promosi, bebas membuka cabang, bebas membuat usaha berbeda-beda, bebas menggunakan mata uang apa saja, bebas memilih operating system berbayar atau gratis, bebas membuat aturan komisi, bebas mengkustomisasi aplikasi bisnis sesuai keinginanya dengan sangat mudah dan masih banyak lagi kebebasan yang seharusnya dimiliki pebisnis.
Semua kebebasan itu merupakan fitur unggul dari sebuah accounting software berkelas dunia Acosys V4. Pengaturan keamanan yang sangat tinggi dan detail, membuat pebisnis merasa aman dan nyaman ketika tidak berada di tempat usaha. Perkembangan bisnis bisa dikontrol dari mana saja dan kapan saja. Sehingga pebisnis tidak lagi terbelenggu tempat dan waktu. Fitur-fitur unggul Acosys V4 membuat usaha mudah dikelola oleh karyawan namun tetap aman.
Kebebasan berikutnya adalah bebas memilih fitur. Pebisnis cukup membeli fitur-fitur yang dibutuhkan saja, tanpa harus membeli paket dengan banyak fitur yang tidak terpakai. Kebebasan memilih fitur akan membuat penghematan lebih dari 30% dibandingkan dengan pembelian secara paket.
Seorang enterpreneur juga bebas membuat program promosi, baik diskon, poin maupun hadiah. Kesemua perangkat promosi tersebut dapat dikembangkan sendiri dengan mudah sesuai keinginan. Dengan Software Acosys V4, pebisnis bisa membuat rumus sendiri untuk membuat program promosi. Bahkan pemilik usaha bisa membuat program promosi yang belum pernah ada di dunia bisnis. Hal ini membuka jalan agar pebisnis bisa menjadi trendsetter. Pebisnis tidak akan kehabisan jurus pemasaran. Sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh software lain yang tidak fleksibel.
Pebisnis dipastikan akan bebas melakukan pengembangan usahanya. Pembuatan kantor cabang dengan metode diagram pohon akan sangat memudahkan melakukan kontrol dan analisa terhadap kantor cabang baik secara nasional maupun multinasional.
Pengusaha juga harus bebas menentukan jenis usaha yang akan dikembangkan. Semua usaha perdagangan, pelayanan dan penyewaan telah disupport oleh Acosys V4. Sekalipun jenis usaha berbeda-beda pada lokasi yang berbeda juga, tetap bisa menghasilkan financial report/laporan keuangan konsolidasi dalam hitungan detik. Beberapa usaha yang disupport Acosys V4 diantaranya Toko, Minimarket, Supermarket, Distributor/Supplier, Bengkel, Apotek, Optik, Cellular, Dealer kendaraan, Hotel, Billiard, Bowling, Futsal, Karaoke, Spa, Beauty Clinic, Rumah Sakit, Rumah Makan, Objek Wisata dan masih banyak jenis usaha lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.
Pebisnis juga bebas bertransaksi menggunakan mata uang apa saja (multi currency). Laporan keuangan akan otomatis terbentuk dalam mata uang yang diinginkan, sekalipun diinput dari berbagai mata uang berbeda.
Pebisnis tentu harus bebas dalam menentukan komisi, baik kepada salesman maupun pelaksana jasa. Karena penentuan komisi sepenuhnya adalah hak pebisnis. Acosys V4 memberi kebebasan bagi pebisnis untuk menentukan metode pemberian komisi dengan membuat rumus sendiri.
Acosys V4 juga memberi keleluasaan bagi pebisnis untuk mengubahsuai tampilan, bentuk-bentuk faktur dan laporan. Sehingga benar-benar sesuai dengan selera dan kebutuhan. Bahkan pebisnis bisa membuat rumus dan format sendiri untuk menghasilkan laporan tertentu yang tidak disediakan oleh pengembang. Pengguna bebas membuat skin/Theme untuk mempercantik tampilan.
Acosys V4 memberi pilihan penggunaan operating system. Tersedia versi Windows semua edisi dan Linux dengan tampilan yang sama. Pengguna akan mendapatkan tampilan dan kecepatan yang sama, karena tidak menggunakan emualator atau virtual memory.
Anda pantas menggunakan Acosys V4 untuk kemajuan bisnis yang signifikan.
Bagi anda yang membutuhkan silahkan hubungi Mas Agus mailto:masagussans@yahoo.com

Rabu, 28 Maret 2012

Aja Adigang, Adigung, Adiguna



Aja ADIGANG, ADIGUNG LAN ADIGUNA, ungkapan tersebut sering kita dengar dan hampir setiap waktu akan ada yang akan menyampaikan ungkapan tersebut.

Artikel kali ini saya akan mencoba mengupas tentang ungkapan adigang, adigung, adiguna sebagai lanjutan artikel 10 Filsafat Jawa.

Ungkapan adigang, adigung, adiguna merupakan salah satu filsafat Jawa yang selalu mengingatkan kita sebagai manusia social untuk tidak berlaku adigang, adigung, adiguna. Dalam jv.wikipedia.org diartikan sebagai berikut :

Adigang iku tegesé: ngandelaké marang kakuwatané. (mengandalkan kekuatannya)
Adigung iku tegesé: ngandelaké marang gedhéné. (mengandalkan kebesarannya)
Adiguna iku tegesé: ngandelaké marang kapinterané. (mengandalkan kepandaiannya)

Yang diartikan secara garis besar  yaitu “Orang jangan mengandalkan kekuatan masing – masing.

Adapun artikel dari suaramerdeka.com mengartikan “adigang, seorang pemimpin tidak selayaknya mengandalkan kekuasaannya untuk bertindak sewenang-wenang dan berlaku sombong. Adigung, berarti seorang pemimpin jangan mengandalkan kepandaiannya untuk membodohi dan membohongi rakyat. Sedangkan adiguna, berarti seorang pemimpin jangan berani dan pintar berdiplomasi hanya untuk mengingkari janji atau kebenaran (berdalih)”

Dari kedua arti yang disampaikan diatas menjadi sangat menarik ketika kedua tafsir tersebut kita jadikan satu, sehingga akan menjadi : “Seorang pemimpin sebaiknya tidak mengandalkan kekuatan, kekuasaan dan kepandaiannya untuk kepentingan pribadi”. Apabila kita artikan demikian maka filsafat Jawa tersebut menjadi sebuah pelajaran yang selaras dengan jaman yang serba modern ini. Apalagi disaat keadaan Negara kita mengalami sedikit ontran – ontran tentang kepemimpinan.

Bisa kita lihat di berita – berita bagaiman perilaku pemimpin kita yang seolah tidak mempedulikan nasib rakyatnya, disaat ekonomi masyarakat melemah mereka justru mengadakan hajatan mantu dengan biaya yang sangat fantastis, ada pula yang berfoto ria dengan gadis – gadis cantik dengan rok mini padahal mereka adalah pembantu pemimpin Negara.

Tidak bisa kita pungkiri bahwa sifat adigang, adigung, adiguna selalu menyertai manusia, bahwa sifat tersebut memang sudah menjadi bawaan sejak lahir. Namun demikian bukan berarti kita membolehkan sifat tersebut berkuasa atas diri kita.

Sebagaimana dalam Serat Wulangreh ciptaan Ingkang Sinuwun Sunan Pakubawana IV :

Tembang Gambuh :

wonten pocapanipun,

adiguna adigang adigung,

pan adigang kidang adigung pan èsthi,

adiguna ula iku

telu pisan mati sampyuh

 

Kalau kita bisa meredam salah satu sifat ini, yang lain dengan sendirinya akan sirna. Mengapa demikian ? Karena ketiga sifat tersebut saling terkait satu dengan yang lain, maka apabila salah satu sifat tersebut bisa hilang atau diredam, maka yang keduanya juga ikut hilang atau keredam.

Demikian artikel tentang adigang, adigung, adiguna yang dapat saya sampaikan, semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi tambahan wawasan bagi kita semua dan semoga para pemimpin di Negara ini bisa meredam salah satu sifat – sifat tersebut.

Rahayu … Rahayu … Rahayu …

Selasa, 27 Maret 2012

Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pengestuti



Melanjutkan artikel yang kemarin tentang Memayu Hayuning Bawana, Ambhrasta dur Angkara, kali ini akan saya coba mengupas tentang Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangestuti. Ungkapan ini merupakan salah satu ungkapan dari artikel Filsafat Jawa.

Sebuah ungkapan atau filsafat Jawa yang satu ini sering kita dengar dan kit abaca, bahkan ada yang menempel filsafat Jawa tersebut baik di dinding rumah maupun di mobil. Memang ungkapan atau filsafat Jawa ini mempunyai makna yang dalam, dimana ungkapan atau filsafat Jawa ini menunjukkan bahwa seberapapun kuat atau saktinya manusia, mereka bisa dikalahkan dengan kelembutan dan kesabaran.

Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pengestuti bisa diterjemahkan secara verbal yaitu Keberanian, Kesaktian, keangkaramurkaan dapat dikalahkan dengan kepasrahan (pangestuti) total kepada Tuhan Yang Kuasa, atau dengan kesabaran dan kelembutan. Ungkapan atau filsafat Jawa ini bisa kita temukan dalam salah satu bait dalam Serat Witaradya yang merupakan karya sastra pujangga besar dari Kasunanan Surakarta Hadiningrat, yaitu Raden Ng. Ranggawarsita. Sekali lagi, dalam filsafat Jawa jelas – jelas mengajarkan kelembutan dan kesabaran, sehingga dalam setiap kita akan melangkah tentunya harus berpikir dan memakai perasaan.

Dalam era yang serba modern saat ini, sifat – sifat kelembutan dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari semakin sulit kita jumpai, kita beranggapan bahwa jaman yang serba modern ini, kita harus bersikap cepat dan lugas, sehingga seringkali kita dalam melangkah atau menentukan jalan hidup kita sering salah arah.

Banyak sudah contoh – contoh yang mengisyaratkan salah jalan dalam mengarungi hidup dalam jaman yang modern sekarang ini. Bisa kita lihat dan saksikan betapa grusa grusunya kita dalam mengambil keputusan bahkan seringkali dalam setiap kita melontarkan pendapat tanpa berpikir kedepan, yang ada hanya untuk kepentingan pribadi ataupun golongan.

Dalam filsafat Jawa, kita diajarkan untuk saling mengasihi dan tolong menolong sebagaimana ungkapan atau filsafat Jawa Urip iku Urup.

Dalam artikel ini, bisa kita trik kesimpulan bahwasanya sekuat apapun kita, sesakti apapun kita, itu akan mudah dikalahkan dengan kelembutan dan kesabaran. Semoga artikel ini dapat membawa kita lebih terbuka dalam berfikir dan lebih bisa salaing mengasihi satu sama lain, karena dengan kekerasan tidak akan bisa menyelesaikan masalah, dengan kelembutan dan kesabaran, niscaya semua permasalahan pada diri kita akan bisa terselesaikan.

Semoga.

Rahayu … Rahayu … Rahayu …

Senin, 26 Maret 2012

Memayu Hayuning Bawana, Ambhrasta dur Hangkara



Setelah kemarin memuat artikel tentang Urip iku Urup, selanjutnya akan saya coba kupas Filsafat Jawa yang kedua, yaitu Memayu Hayuning Bawana, Ambhrasta dur Hangkara. Semoga artikel yang saya coba sampaikan ini dapat diterima.

Memayu Hayuning Bawana, Ambrhasta dur Hangkara yang artinya kurang lebih melestarikan dunia dan isinya serta membasmi keangkaraan. Melestarikan dunia dan isinya yang dimaksud disini adalah kita sebagai manusia harus ikut melestarikan dan menjaga dunia serta isinya, hal ini merupakan ajakan yang bernilai tinggi, sebagaimana kita ketahui saat ini banyak sekali dilakukan pengrusakan bumi dan isinya, mulai dari penebangan hutan secara membabi buta, membuang sampah di sembarang tempat bahkan ada yang membuang sampah di sungai, sehingga hal ini menyebabkan kerusakan lingkungan. Ada lagi pabrik – pabrik yang membuang limbah beracun secara sembarangan. Tentunya itu semua membuat dunia ini semakin tidak nyaman dan aman untuk dihuni lagi. Betapa waskitanya orang – orang dahulu telah memberikan peringatan bahwa dunia dan isinya harus kita jaga kelestariannya sehingga anak cucu kita dikemudian hari masih bisa hidup dengan nyaman dan aman.

Ambhrasta dur hangkara yang berarti membasmi keangkaramurkaan, yang dimaksud disini adalah membasmi atau memerangi orang – orang yang merusak dunia dan isinya. Saat ini sudah banyak organisasi – organisasi yang bertujuan untuk melestarikan dunia / bumi ini. Dan mereka tak segan – segan untuk menuntut siapapun yang telah dengan sengaja merusak bumi. Aksi – aksi anggota organisasi cinta bumi ini kerap membuat para perusak lingkungan jengah.

Salah satu filsafat Jawa yang benar – benar membawa kehidupan manusia untuk berbuat kebajikan dengan ikut melestarikan bumi, dan yang perlu kita cermati adalah bahwasanya orang – orang jaman dahulu seolah – olah sudah tahu akan kejadian yang akan dating (masa depan). Perlu kiranya sedikit memberi ruang dan waktu untuk mempelajari lagi tentang filsafat jawa. Saya kira filsafat Jawa yang ada saat ini masih relevan dengan jaman yang serba modern ini.

Dalam penjabaran ini, saya hanya memakai logika saja, apabila ada kekurangan dan kesalahan kiranya pembaca sekalian dapat memberikan saran dan kritik.

Lestarikan bumi kita, berantas orang – orang pengrusak lingkungan.

Ingat, anak cucu kita masih membutuhkan bumi ini untuk berteduh dengan nyaman dan aman.

Rahayu… Rahayu … Rahayu ….

Minggu, 25 Maret 2012

Urip iku Urup

Artikel ini melanjutkan dari artikel Filsafat Jawa, dalam artikel ini sengaja kami kupas satu persatu filsafat Jawa yang telah lalu, sehingga harapannya dapat terbetuk artikel yang saling berkait satu sama lainnya. Selamat menikmati.

Wong urip iku tansah urup, tansah nduweni barokah marang liyan. Demikian yang sering kita dengar dari sesepuh – sesepuh kita dahulu. Kata – kata diatas adalah sebuah nasehat / petuah orang tua pada anaknya pada jaman dahulu, sekarang petuah – petuah tersebut udah jarang sekali kita dengar, apalagi di perkotaan.

Makna dari petuah diatas adalah bahwa kita sebagai manusia yang hidup di bumi ini tidak sendiri, kita hidup didunia ini bersama dengan makhluk lain dan kita hidup berdampingan. Manusia sebagai makhluk social sudah selayaknya untuk hidup saling membantu. Ini juga terkandung dalam semua hukum agama dan hukum Negara, namun demikian tidak semua manusia bisa menyadari bahwa kita sebagai manusia sebetulnya saing membutuhkan satu sama lainnya.

Wong urip iku kudu urup biasa juga di singkat dengan urip iku urup. Urip disini maksudnya hidup kita, sedangkan urup dimaksudkan dengan menyalanya semangat kita atau memberikan cahaya untuk manusia lainnya. Jadi urip iku urup bisa kita definisikan bahwa kita sebagai manusia itu harus mempunyai  manfaat bagi orang lain. Hidup kita didunia yang hanya sementara ini kita diwajibkan saling member manfaat kepada yang lain, sehingga nantinya kita bisa mendapat manfaat dari perbuatan kita selama di dunia ini.

Tidak kita pungkiri, baik dalam agama maupun kepercayaan yang dianut manusia baik jaman saat ini maupun jaman dahulu, bahwa kita hidup didunia ini hanyalah sebuah ujian untuk mendapatkan kehidupan yang kekal yang lebih baik di kehidupan berikutnya.

Dalam agama digariskan bahwa apabila kita selama hidup didunia tidak bisa memberikan manfaat yang baik bagi orang lain (berbuat amal) niscaya di akhirat kelak kita akan menuai hasilnya dengan dimasukkannya kita kedaam neraka, dan apabila kita bisa berbuat kebaikan dan member manfaat kepada orang lain, kita akan diberikan tempat yang layak, yaitu surga. Bagaimana dengan faham yang dianut oleh kepercayaan ? Sebetulnya juga sama dengan faham yang di agama, cuman berbeda kata – kata penyajiannya saja. Seperti yang sering kita dengar dari orang tua dahulu, bahwa apabila kita didunia ini bisa berbuat kebaikan, maka dikehidupan kelak kita akan mendapat kehidupan yang baik pula.

Demikian sedikit gambaran tentang urip iku urup yang bisa kami sampaikan dalam Kampung Jawa dot com. Semoga bisa menjadi referensi kita bagaimana hidup kita semestinya.

Rahayu .. Rahayu .. Rahayu….

Jumat, 23 Maret 2012

Kampung Jawa Sekatul

Kampung Jawa Sekatul dikenal sebagai tempat wisata alam yang cukup baik, baik dari pelayanan maupun sarana prasarannya. Kampung Jawa Sekatul sebagai tempat wisata yang telah diakui masyarakat pemerintah sebagai tempat wisata, ternyata juga mempunyai nilai history yang tinggi. Kampong Jawa Sekatul berada di kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Menurut kampoengdjawa.com, Kampung Jawa Sekatul ini didirikan dalam rangka untuk melestarikan budaya, filsafat dan sejarah.

“Berdasarkan penuturan Herry Setyanto, kembali pada laku yang dijalaninya selama 12 Tahun lalu Merasa sebagai orang Jawa yang beridentitas tentunya harus mempunyai Rumah Jawa / Joglo Jawa. Sebelum mendirikan Rumah / Joglo Jawa, mulailah mencari tempat dulu, kebetulan Tahun 1999, Herry Setyanto mendapatkan tempat diSekatul yang lokasinya di Desa Margosari, kec. Limbangan Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Ternyata secara kebetulan, Tanah Sekatul mempunyai kandungan sejarah yang dalam”(kampoengdjawa.com).

Yang unik dari Kampung Jawa Sekatul ini, disediakan tempat untuk mengolah rasa (semedi) yang berupa rumah joglo warisan dari orang-orang hebat masa lampau. Selain joglo tempat olah rasa, juga disediakan joglo lain yang mempunyai fungsi lain.

Kampung Jawa Sekatul selain mempunyai sarana rekreasi kejawen, juga disediakan arena rekreasi modern, diantaranya aneka permainan outbond, arena bermain air, dan tidak ketinggalan pula rekreasi atau wisata kuliner khas Jawa.

Bagi anda yang ingin betul-betul menikmati wisata alam dan wisata rohani kejawen, silahkan berkunjung ke Kampung Jawa Sekatul, disarankan apabila berwisata ke Kampung Jawa Sekatul bisa bermalam disana untuk lebih menghayati suasana kejawen.

Tafsir Mimpi

Mimpi tidak selalu merupakan pertanda, melainkan juga bisa saja sekedar bunga tidur. Jika Anda sudah membaca artikel mengenai interpretasi mimpi, maka Anda akan paham bahwa banyak sekali faktor yang membuat seseorang bisa bermimpi.

So, apa pun makna mimpinya, jadikanlah hal tersebut sebagai bahan intropeksi bagi diri Anda dan tetap berpegang pada Tuhan Yang Maha Esa ya :)

Berikut beberapa tafsir mimpi yang berhasil kami himpun dalam Kampung Jawa dot Com ini, semoga berkenan ;

Tafsir mimpi berzina

Bermimpi berzina dengan bidadari. Artinya, akan mendapatkan anak atau keturunan yang bahagia.
Bermimpi berzina dengan putri atau perempuan terpandang. Artinya, akan menderita kerugian.
Bermimpi berzina dengan anak kandung sendiri. Artinya, akan memperoleh kesenangan.
Bermimpi berzina dengan ibu kandung. Artinya, akan memperoleh harta / kebahagiaan.
Bermimpi berzina dengan seorang gadis remaja. Artinya, akan memperoleh rezeki yang besar.

Bermimpi berzina dengan seorang pelacur. Artinya, Anda akan mendapatkan seorang istri yang didambakan. Jika saat ini Anda sudah beristri, maka artinya keinginan Anda selama ini akan menjadi kenyataan.
Bermimpi berzina dengan seorang janda. Artinya, Anda akan mendapatkan seorang istri yang masih perawan. Jika saat ini Anda sudah beristri, maka mimpi itu bermakna sebagai keuntungan yang sangat besar atau kekayaan yang berlimpah.
Bermimpi berzina di WC. Artinya, Anda akan mendapatkan kehinaan dan rasa malu akibat perbuatan Anda sendiri.

Berikut ini adalah tafsir mimpi / arti mimpi / makna mimpi mengenai “Ular“:

Mimpi tentang ular melambangkan musuh dalam selimut atau musu yang munafik dan sangat membahayakan karena ia tidak berani berhadapan, melainkan menyerang dari belakang.

Bermimpi membunuh ular. Artinya, Anda akan berhadapan dengan musuh atau pesain dalam bisnis dan Anda menang.
Bermimpi bertengkar dengan ular dan Anda kalah. Artinya, musuh atau pesaing akan berhasil mengalahkan Anda dalam kompetisi.
Bermimpi melihat ular mempunyai kaki. Artinya, Anda mempunyai musuh yang kuat.
Bermimpi melihat ular tetapi Anda merasa takut karena binatang itu memandang Anda. Artinya, Anda akan dicekam ketakutan.
Bermimpi merasa ada ular keluar dari lubang anus, telinga, atau perut. Artinya, sebagian keluarga Anda ada yang menjadi musuh secara diam-diam.
Bermimpi memiliki ular. Artinya, Anda akan mendapatkan kenikmatan dan keberuntungan.
Bermimpi memiliki ular hitam. Artinya, Anda akan memiliki kekuatan dan kewibawaan.
Bermimpi memiliki ular kecil yang mengkilap kulitnya. Artinya, Anda akan mendapat kekayaan.
Bermimpi melihat ular kecil tiba-tiba berubah menjadi ular besar / ular naga. Artinya, Anda akan mendapatkan pertolongan dari orang yang memiliki kedudukan.
Bermimpi melihat ular berlari mendekat. Artinya, Anda sedang dicintai atau dirindukan orang lain secara diam-diam.
Bermimpi melihat ular dalam jumlah banyak dan bermacam-macam jenisnya. Artinya, Anda akan mendapatkan kebahagiaan.
Bermimpi bermain-main dengan ular. Artinya, ada seseorang yang sedang jatuh cinta pada Anda.
Bermimpi melihat ular di dalam rumah. Artinya, Anda akan kedatangan tamu yang membuat senang sekeluarga.
Bermimpi melihat kulit ular. Artinya, Anda akan mendapatkan kebahagiaan dan kekayaan dari Allah.
Bermimpi menari dengan membawa ular. Artinya, Anda akan mengalami masalah dengan kekasih.

Berikut ini adalah tafsir mimpi / arti mimpi / makna mimpi mengenai “Hilang / Kehilangan“:

Bermimpi kehilangan sesuatu. Artinya, akan ditimpa kesulitan selama 1-2 hari.
Bermimpi kehilangan perhiasan permata. Artinya, akan sukses tanpa disangka-sangka.
Bermimpi kehilangan ayam. Artinya, akan kehilangan anak atau sanak keluarga.
Bermimpi kehilangan kancing. Artinya, akan disalahkan orang karena kita kurang hati-hati.
Bermimpi kehilangan tangan kiri. Artinya, akan kehilangan ibu.
Bermimpi kehilangan tangan kanan. Artinya, akan kehilangan ayah.
Bermimpi kehilangan kemeja. Artinya, akan rugi dalam urusan dagang.